Berapa banyak spesies shark atau jerung (juga yu) yang wujud di dunia ni? Terdapat hampir 500 spesies jerung di seluruh lautan dunia! Namun, disenaraikan 10 sahaja jenis jerung yang unik dan pelik, yang mungkin anda belum tahu keunikannya.

 

Goblin Shark

Goblin shark adalah spesies jerung yang bergerak lambat dan hidup di kedalaman 1200 meter di pelbagai perairan di Lautan Pasifik dan Lautan Atlantik. Ia hidup dengan memakan ikan, termasuk spesies jerung.

Goblin mampu membesar panjang sehingga 3.8 meter. Sebagaimana halnya dengan frilled shark, goblin juga diandaikan wujud sejak zaman prasejarah dengan struktur tubuh yang tidak berubah selama jutaan tahun.

 

 

Frilled shark

Frilled shark atau nama saintifiknya Chlamydoselachus anguineus dan ditemukan buat pertama kali di perairan Jepun pada 21 Januari 2007. Jerung ini adalah satu dari dua Chlamydoselachus yang masih hidup.

Penyebarannya merata di laut dalam perairan Atlantik dan Pasifik. Para pengkaji mengandaikan, jerung ini mampu menelan mangsa tanpa mengunyah. Ia membengkokkan tubuhnya agar tubuh mangsa tersebut mudah masuk ke perutnya.

 

 

Wobbegong Shark

Jerung yang pendiam. Wobbegong shark atau nama saintifiknya Orectolobus maculatus bergerak lamban. Bahkan, ia tidak berburu mangsa. Ikan unik ini hanya menyamar di dasar laut sehingga mangsa datang kepadanya.

Namanya diperoleh karena motif kulitnya yang menyerupai karpet. Warna tubuhnya coklat kelabu dan memiliki corak simetri yang ketara. Ia berfungsi untuk berbaur di sekitar karang dan pasir laut. Panjangnya mampu mencapai 1.5 meter.

Wobbegong hidup di sekitar karang dan lubang di dasar lautan Pasifik, Lautan Hindi, Australia, Jepun dan Indonesia.

 

 

Megamouth Shark

Sesuai namanya, ikan ini memang memiliki mulut yang besar. Megachasma pelagios atau yang biasa disebut Megamouth Shark adalah jenis jerung yang hidup di perairan dalam dan sangat jarang dijumpai di pesisir pantai.

Spesies ini dipercayai dapat bertahan hidup secara alami hingga 100 tahun dan mencapai panjang maksima 6 meter. Menurut kajian, reproduksi jerung ini bersifat ovovivipar, yang berarti janinnya berkembang di dalam telur yang menetap dalam tubuh induk betina hingga menetas.

 

 

Greenland Shark

Greenland shark (Somniosus microcephalus) merupakan perenang lambat. Kecepatan renangan yu yang hidup di perairan sejuk sekitar Greenland dan Iceland ini hanya 2.7 km per jam. Jerung jenis ini mampu membesar sepanjang 21 kaki dan mampu hidup selama 200 tahun.

Ia terkenal dengan binatang bertulang belakang yang pernah hidup paling lama. Mereka cenderung hidup di kedalaman 1800 meter di bawah permukaan laut, akan tetapi pernah tertangkap dengan kamera di laut cetek.

 

 

Hammerhead shark

Hammerhead shark ini memiliki bentuk kepala menyerupai penukul dengan mata dan lubang hidung di hujung kepala. Bentuk kepalanya yang unik itu membuatnya mampu survival di air dengan akurasi tinggi.

Dengan kepala yang unik, mereka mampu mencium dengan jangkauan lebih luas sehingga meningkatkan potensi menemukan partikel di air 10 kali ganda berbanding spesies lain.

 

 

Saw Shark

Saw shark memiliki muncung panjang mirip mata pisau yang dilengkapi serangkaian gigi seumpama gergaji bermata dua. Ikan ini mirip pari gergaji, tapi berbeza pada kedudukan insang. Insang yu gergaji terletak pada sisi kepala sedangkan pari gergaji berada di bawah kepala. Jumlah bilah insang yu ini ada enam.

Tubuhnya pun cukup ramping dengan dua sirip dada. Hidupnya di dasar perairan berlumpur pada kedalaman 40 meter dan perairan payau. Yu jenis ini merupakan pemakan pelbagai jenis ikan, penjelajah lautan, dan tidak berbahaya kepada manusia.

 

 

Cookiecutter Shark

Jerung ini memang mempunyai nama yang pelik dan saiz badan yang tidak menakutkan, iaitu hanya sekitar 50 cm. Namun, Cookiecutter shark ini memiliki gigitan yang sangat tajam. Tidak hanya itu, mangsa ikan ini adalah ikan-ikan yang seukuran dengannya atau yang lebih besar darinya, termasuk paus, lumba-lumba dan jerung lainnya.

Jerung ini juga berupaya merebut makanan dari jerung lainnya, termasuk dari great white shark yang besarnya berkali ganda. Ia juga dikenal pasti sering menggigit kabel bawah laut dan bahan lain yang digunakan kapal selam hingga berlubang.

 

 

Thresher Shark

Thresher shark terdiri dari empat spesies yang keempat-empatnya ditandai dengan ekor pada sirip atas yang panjangnya mencapai 50 peratus daripada total panjang keseluruhan. Jerung ini memiliki muncung pendek dan mata yang besar di depan kepala.

Sirip dorsal kedua jauh lebih pendek dari yang pertama. Jerung spesies ini merupakan perenang yang pantas dan dapat melompat di atas permukaan air.

Panjang maksimum 6.1 meter namun umumnya sekitar 2-5 meter. Jerung ini dapat ditemukan di kawasan pesisir di kedalaman 500 meter di bawah permukaan laut. Terutama di Lautan Pasifik mahupun Atlantik bahagian utara.

 

 

Zebra Shark

Zebra shark atau dikenali dengan nama saintifik, Stegostoma fasciatum, adalah jerung yang ada di perairan Indo-Pasifik yang memiliki sirip yang sangat panjang. Hampir sepanjang tubuhnya. Spesies ini diberi nama zebra karena garis pada tubuhnya yang mirip garis kuda belang.

Ketika dewasa, garis tersebut berubah menjadi titik seperti cheetah. Oleh sebab itu, jerung ini terkadang disebut sebagai leopard shark. Yu zebra boleh ditemui di perairan Lautan Pasifik dan Lautan Hindi dengan kedalaman sekitar 5 hingga 30 meter.

 

baca juga Ikon: Lady Angler – Myka tawan jerung Afrika

 

Apa pendapat anda? Teruskan klik & share artikel kami ini. Terima kasih!

Jangan lupa LIKE, FOLLOW & SEE FIRST Facebook Majalah Umpan

Sudah subscribe channel Youtube umpan? Klik sekarang Youtube Umpan